Sunday, October 27, 2007

Jalur Misteri di Gunung Kelud

Blitar, Jawa Timur

Peristiwa dua bulan lalu masih membekas di benak Abdullah Mashoedi. Mandor pembangunan menara pemantau Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur ini membawa truk pengangkut semen. Truk berhenti di kilometer 30 ruas jalan menuju puncak Kelud. Ketika rem dilepas, tiba-tiba truk melaju sendiri ke jalan yang menanjak. Mashoedi tentu saja kaget. Hari berikutya dia menambah muatan truknya agar lebih berat. Peristiwa truk melaju sendiri kembali terjadi. “Truk semakin kencang meluncur ke atas,' katanya. Untunglah mandor proyek ini paham soal medan magnet. Dia yakin medan magnet inilah yang menarik truk meluncur sendiri. Fenomena seperti ini pernah dia ketahui di salah satu tempat di Saudi Arabia. Lain Mashoedi, lain pula warga Kediri. Apalagi buat warga yang awam urusan medan magnet. Mereka menamakan jalur sepanjang 100 meter di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar ini sebagai jalur misteri. Puluhan, bahkan ratusan orang silih berganti mencoba sensasi mobil yang tersedot medan magnet. Sensasi mobil ngacir sendiri bak atraksi sulap ini pun menyebar ke penjuru kota. “Ini tidak masuk akal,” kata Andik, warga Surabaya yang ingin menuntaskan rasa penasaran. Dia sengaja datang dari Surabaya sekadar ingin membuktikan kabar yang dia dengar. Meski dinilai tak masuk akal, toh Andik merasakan sensasinya. Andik bukan hanya sekali mencoba jalur misteri. Berulangkali dia coba, kejadian serupa masih saja terjadi. Saat rem dilepas, mobil malah melaju ke jalanan yang menanjak. “Badan saya rasanya ikut tersedot,” kata dia sambil mengelas keringat di dahi. Makin sering mencoba, eh Andik malah ketakuan sendiri dan merasa ngeri. Kini kabar jalur misteri itu menyebar ke penjuru kota. Warga Surabaya, Malang, Jakarta, Yogyakarta berduyun-duyun bak pemain sulap yang ingin mencoba ilmu baru. Semua merasakan sensasi sama. Bahkan seorang pengendara motor yang rada nekad, nyaris terjungkal karena oleng tersedot medan magnet. Sumber: Tempo

Sunday, October 27, 2007

Kondom Mengandung Virus HIV

Maputo - Eropa sengaja memberi rakyat Afrika kondom ber-HIV, virus penyebab AIDS. Dengan cara itu rakyat Afrika bisa dimusnahkan untuk kemudian Eropa tetap mengolonisasi benua itu.

Uskup Agung Francisco Chimoio di Maputo, Mozambik, mengatakan hal itu seperti dikutip harian berkualitas Trouw, Sabtu 29/9/2007.

"Jika kita tidak waspada, maka dalam satu abad lagi kita akan musnah," kata Chimoio mengingatkan.

Saat ini 3.000.000 dari 19.000.000 rakyat Mozambik terinfeksi HIV atau menderita AIDS.

Selain kondom yang sengaja diberi HIV, Chimoio juga mengungkapkan bahwa obat-obatan dari Eropa untuk orang-orang yang terinfeksi HIV justru mengandung HIV, sehingga penderita bukannya menjadi lebih baik namun malah semakin parah.

Menurut Chimoio, cara paling efektif dan aman untuk menghindari AIDS adalah dengan mengendalikan diri untuk tidak melakukan seks bebas.

Sebelumnya di kalangan masyarakat sudah beredar rumor bahwa justru ada HIV pada kondom buatan Eropa yang beredar. Setelah Uskup Agung menyatakan bahwa pernyataannya itu serius, maka rumor itu menjadi sulit dienyahkan.

Gereja Katolik Roma sendiri secara resmi memang melarang penggunaan kondom, walaupun untuk alasan pencegahan AIDS

Sumber: Detik.com

Sunday, June 24, 2007

Linkin Park 'Minutes to midnight'




Pengen nge-download hits terbaru dari Linkin Park ?



Klik aja link berikut :

Tracklist:
01. Wake
02. Given Up
03. Leave Out All The Rest
04. Bleed It Out
05. Shadow Of The Day
06. What I've Done
07. Hands Held High
08. No More Sorrow
09. Valentine's Day
10. In Between
11. In Pieces
12. The Little Things Give You Away

Download


Jangan lupa passwordnya ya!
Twinflames24.com

Sunday, June 10, 2007

Peterpan "Hari Yang Cerah"

Untuk teman - teman yang mo download lagu ini dipersilahkan.

Audio Peterpan "Hari Yang Cerah" Free Download :

1. Menghapus Jejakmu

2. Hari Yang Cerah Untuk Jiwa Yang Sepi

3. Di Balik Awan

4. Melawan Dunia

6. Sally Sendiri

7. Lihat Langkahku

8. Cobalah Mengerti

9. Dunia Yang Terlupa

PBI Corp © 2007 | Created by Chalendra